Gourmetamigurumi.com – Cara menghitung penyusutan. Bagi sebuah perusahaan, mencatat laporan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Bagaimana tidak, dengan adanya laporan memungkinkan perusahaan untuk mengetahui perkembangan bisnis dalam kurun waktu tertentu. Salah satu laporan penting yang di buat oleh perusahaan adalah perhitungan penyusutan.

Dalam bahasa lain, perhitungan penyusutan biasa di sebut dengan depresiasi. Di mana perhitungan ini biasanya mencatat laporan penting yang perlu di lakukan untuk mengetahui perkembangan bisnis dalam kurun waktu tertentu.

cara menghitung penyusutan

Selain itu penyusutan biasanya akan berpengaruh pada nilai laba bersih karena masuk dalam biaya pengeluaran.

Lalu bagaimana cara menghitung penyusutan? Pada artikel kali ini akan di berikan beberapa penjelasannya untuk bisa di praktekkan. Simak ulasan berikut !

Cara menghitung penyusutan

Ada beberapa cara atau metode menghitung penyusutan. Dengan begitu kamu bisa menggunakan cara yang mana saja sesuai dengan keinginan. Adapun beberapa metode cara menghitung penyusutan di antaranya adalah :

1. Metode Garis Lurus

Merupakan metode yang biasa di kenal dengan istilah Straight Line Method. Metode garis lurus biasa di gunakan dalam perhitungan akuntansi. Hal ini di karenakan perhitungan dengan metode garis lurus cukup mudah dilakukan dan bisa membantu menjaga aset agar tetap dalam kondisi baik.

Sebagai informasi tambahan, metode garis lurus terbagi menjadi 2 jenis yakni dengan nilai residu dan tanpa nilai residu. Berikut penjelasannya !

  • Perhitungan dengan residu

Rumus yang bisa di gunakan adalah (Harga perolehan – Nilai Residu) : Umur Ekonomis = Nilai Penyusutan.

Seperti pada contoh :
Sebuah perusahaan membeli mobil untuk operasional pada tanggal 10 Maret 2022 dengan harga Rp 100 juta. Kemudian mobil tersebut memiliki nilai residu Rp 25 juta dengan masa pajak 3 tahun. Maka besaran penyusutan yakni : (100.000.000 – 25.000.000) : 3 = 25.000.0000

  • Perhitungan tanpa menggunakan residu

Rumus yang bisa di gunakan adalah Harga Perolehan : Umur Ekonomis = Nilai Penyusutan.

Seperti pada contoh :
Sebuah perusahaan membeli mesin untuk operasional pada 10 Maret 2022 dengan harga Rp 100 juta. Kemudian mobil tersebut ternyata tidak memiliki nilai residu pada akhir masa pakai dan bisa di gunakan hingga 10 tahun. Maka besaran penyusutan yakni : 100.000.000 : 10 = 10.000.000.

cara menghitung penyusutan

2. Metode Unit Produksi

Cara lainnya yang bisa kamu lakukan untuk menghitung penyusutan adalah menggunakan metode Unit Produksi. Di mana nilai dari penyusutan yang di keluarkan pada waktu tertentu akan memiliki nilai proporsional. Sehingga dalam hal ini artinya nilai akan seimbang bila di lihat dari segi kapasitas produksi jika di bandingkan dengan kapasitas produksi secara maksimal dalam waktu nilai ekonomis aset.

Selain itu biasanya metode Unit Produksi di gunakan oleh perusahaan manufaktur. Untuk perhitungan rumusnya yakni :

(Harga perolehan – Harga dari residu) x (Pemakaian Aset : Kapasitas tertinggi) = Penyusutan

Seperti pada contoh kasus,
Sebuah perusahaan membeli mobil untuk operasional pada tanggal 10 Maret 2022 dengan harga Rp 100 juta cash dengan jarak tempuh 50 ribu KM. Kemudian setelah 3 tahun, perusahaan tersebut menjual mobilnya dengan harga Rp 50 juta dengan jarak tempuh 100 ribu KM. Maka perhitungannya adalah (Rp 100.000.000 – Rp 50.000.000) x (50.000 KM : 100.000 KM) = Rp 25.000.000.

3. Metode Jumlah Angka Tahun

Metode lain yang bisa di gunakan untuk menghitung penyusutan adalah jumlah angka tahun. Di mana biasanya metode ini di gunakan untuk menghitung penyusutan pada sebuah mesin produksi perusahaan. Adapun rumus perhitungan dari metode Jumlah Angka Tahun yakni (Harga Perolehan – Harga Residu) x [(n / (n + (n – 1) + (n – 2) + …)] = Penyusutan. N pada rumus tersebut memiliki arti usia ekonomis sebuaha aktiva.

Berikut contoh kasusnya :

Sebuah perusahaan memiliki mesin produksi dengan usia sekitar 5 tahun. Itu artinya N memiliki nilai 5+4+3+2+1 = 15.

cara menghitung penyusutan

4. Metode Saldo Menurun Ganda

Metode ini biasanya di gunakan untuk menghitung kalkulasi biaya penyusutan pada sebuah mesin produksi perusahaan. Hal ini di karenakan mesin produksi akan bekerja maksimal pada tahun awal dan cenderung memiliki performa yang menurun seiring usia penggunaan.

Untuk perhitungan rumusnya adalah (Harga Perolehan : Umur Ekonomis Aset) x 2 = Penyusutan.

Seperti pada kasus,
Sebuah perusahaan membeli mesin produksi dengan harga Rp 100 juta. Kemudian masa operasinya digunakan hingga 5 tahun. Maka penyusutannya adalah (100.000.000 : 5) x 2 = 40.000.000.

Demikian beberapa cara yang bisa dipraktekkan untuk menghitung penyusutan. Beberapa metode diatas biasanya digunakan bergantung pada kasus yang ingin ditangani.

Baca Juga :

***