Proses Pembuatan Garam

Proses Pembuatan Garam Hingga Siap Digunakan

Gourmetamigurumi.comProses Pembuatan Garam. Garam di kenal sebagai bahan penambah cita rasa di berbagai masakan atau makanan. Dengan mengkonsumi dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat untuk kesehatan. Pasalnya, garam merupakan mineral kristal yang terbuat dari dua unsur, yaitu natrium (NA) dan klorin (CI). Kemudian, kedua zat tersebut memiliki peran yang penting bagi tubuh. Untuk itu, pembuatan garam harus di lakukan dengan prosedur yang tepat. Hal ini karena berpengaruh terhadap kualitas yang di hasilkan. Lalu, bagaimana proses pembuatannya? Yuk, simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Gambar by Orami.co.id

Manfaat Garam

Garam tidak bisa lepas dari makanan karena di gunakan untuk menambahkan cita rasa. Selain itu, manusia membutuhkan kandungan yang ada di dalamnya, yakni sodium untuk menyeimbangkan kandungan elektrolit di dalam tubuh. Dengan adanya kandungan mineral yang tinggi di garam air laut dapat memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  • Dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.
  • Dapat membantu meredakan penyakit arthitis.
  • Dapat meningkatkan kesehatan jantung.
  • Dapat menjaga kesehatan pencernaan.
  • Dapat mengatasi masalah pernafasan.
  • Dapat mengurangi stres.

Proses Pembuatan Garam

Dalam proses pembuatan garam dapat di lakukan di tempat atau lahan yang luas dan menggunakan selang air. Berikut ini adalah langkah-langkahnya yang dapat di terapkan, antara lain:

1. Pengumpulan Air Laut

Pertama adalah mengumpulkan air laut. Pada proses ini, para pertani garam akan mengalirkan air yang di ambil dari laut dan di arahkan menuju ke tempat yang sudah di sediakan. Kemudian, di lakukan dengan teknik pasang surut karena prosesnya mudah, lebih menghemat waktu dan tenaga. Dalam menggunakan teknik ini harus di terapkan dengan benar. Agar jumlah air yang di kumpulkan dapat memenuhi target. Setelah itu, bisa di lanjutkan dengan proses penjemuran untuk merubah bentuk air laut menjadi butiran kristal.

Gambar by Orami.co.id

2. Penjemuran Air Laut

Kedua adalah penjempuran air laut di tempat yang di gunakan untuk pembuatan garam. Setelah air berhasil di kumpulkan sesuai target, selanjutnya dapat di jemur di bawah sinar matahari secara langsung. Hal ini di lakukan dengan memanfaatkan proses penguapan yang membuat air laut terangkat dan membentuk butiran kristal. Kemudian, butiran tersebut dapat di panen dan bisa di ubah menjadi garam. Proses ini harus di lakukan dengan benar karena berpengaruh terhadap hasilnya yang kurang maksimal. Apalagi sangat bergantung dengan kondisi terik matahari saat penjemuran.

3. Pemanenan Garam

Ketiga adalah proses pemanenan garam. Waktu yang di butuhkan dalam membuat garam kurang lebih 30 hari atau 1 bulan. Setelah itu, air laut akan di jemur dan berubah menjadi kristal. Lalu, di lanjutkan dengan pengolahan menjadi garam yang nantinya akan di distribusikan. Kemudian, memasuki proses pemanenan hasil dari butiran kristal yang sudah jadi. Ciri garam yang bisa di panen berwarna putih dan berbentuk kristal kecil. Selain itu, teksturnya lumayan lembut dan di haluskan lagi dengan proses terakhir. Hal ini di lakukan dengan mencampurkan nutrisi dan mineral dengan menyesuaikan pada pengolahannya menjadi garam jenis apa.

Gambar by Orami.co.id

Demikian penjelasan menarik di atas yang dapat di sampaikan tentang proses pembuatan garam hingga siap digunakan. Semoga setelah membaca pembahasan artikel ini, Anda dapat memahami dengan baik, menjadikan tambahan referensi, menambah pengetahuan dan juga wawasan. Serta kedepannya, dapat bermanfaat dan bisa menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.