Cara Melakukan Budidaya Maggot Skala Kecil

Cara Melakukan Budidaya Maggot Skala Kecil

Gourmetamigurumi.com Budidaya maggot skala kecil sudah menjadi salah satu bisnis unik yang bisa kamu lakukan sekarang. Maggot terbaik yang bisa di budidayakan bagi pakan ialah jenis BSF. Di mana lalat (Diptera) telah berasal dari keluarga Stratiomyidae dan memiliki asal dari daerah subtropis & tropis. Siklusnya sendiri berjalan selama 5 fase, yakni : telur, larva, pre pupa, pupa, dan dewasa. Untuk lama siklus, 38 – 41 hari dan selama inilah 1 lalat betina dewasa bisa menghasilkan telur sampai 500 butir dan lama menetas 4 hingga 5 hari.

Cara Budidaya Maggot Skala Kecil

Sebagai seorang pemula, disini mimin sudah menyediakan adanya beberapa cara di dalam melakukan budidayanya. Mulai dari : 

1. Mempersiapkan Kandang

Para pemula, kamu bisa memakai kandang ukuran kecil dengan kegunaan sebagai tempat kawin & memproduksi telur sampai penetasan. Bahan kandang yang di sarankan adalah kayu untuk kerangka, jaring lembut sebagai dinding, plastik UV atapnya. Kandangnya juga bisa di isi oleh rak pre pupa maupun media bertelur. Ukuran daripada kandangnya adalah 2,5 m x 4 m x 3 m atau bisa juga menyesuaikan besaran lahan yang kamu miliki. Rata-rata populasi yang dapat di tampung pada ukuran 10 cm kubik mencapai 40 hingga 50 ekor. 

Selain ukuran daripada kandang, kamu juga harus mendorong beberapa hal penting lainnya agar budidaya bisa berjalan : 

  • Suhu maksimalnya sampai 36 derajat C
  • Tidak boleh terkena hujan
  • Jangan terkena cahaya matahari secara langsung, tapi terkait sirkulasi udara masih harus lancar
  • Untuk kandang BSF minimalnya suhu ideal di antara 30 – 38 derajat C
  • Harus mendapatkan sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik. Paling tidak mereka akan aktif di jam 08.30 hingga 11 malam sebagai puncaknya.

2. Menyediakan Rak Sebagai Media Penetasan Larva

Pemula bisa memakai boks-boks kecil berisikan media ternak maggot untuk melakukan penetasannya. Nah, rak ini bisa kamu susun menjadi 3 tngkatan demi menghemat adanya tempat. Pembuatan media penetasan larvanya adalah dari bahan kayu.

Maggot sudah menjadi salah satu komoditas budidaya yang amat bermanfaat bagi pakan hewan ternak maupun dunia perikanan. Tak hanya itu, maggot juga memiliki nilai jual cukup menjanjikan. Keberadaanya juga bisa di sandingkan dengan komoditas ternama lainnya ; sapi, udang vaname, kambing, dan lain sebagainya.

3. Budidaya Maggot Skala Kecil dengan Membuat Media Ternak

Media ternak dari hewan tersebut cukuplah beragam dan bisa juga kamu dapatkan secara gratis. Yakni dari bekatul kering ataupun limbah rumah tangga yang tak busuk layaknya buah maupun sayuran. Jangan pernah memakai buah / sayur busuk sebagai bahan utamanya ya. Paling tidak masih bisa memakai limbah sayur / buah sebagai medianya. Nah, bekatul yang baik kamu gunakan sebagai bahan ternak ialah teksturnya sangat kering dan mudah untuk di dapatkan.

Caranya dengan melakukan kombinasi antara bekatul dengan media sayur juga buah. Mengenai persentase penggunaan yang bisa kamu lakukan adalah dengan menyesuaikan kembali jenis sayur maupun buah-buahnya. Apabila sayuran yang di gunakan memiliki kandungan air cukup banyak, maka bekatulnya lebih baik banyak juga. Berikut ini ada cara panduan cara yang mimin dapatkan dari gdm.id dalam pembuatan media ternaknya : 

  • Pertama, siapkan wadah baki yang berukuran sedang
  • Menaburkan bekatul pada seluruh permukaan baki dengan tebal 2 cm
  • Masukkan juga limbah sayuran serta buah di atas bekatul sampai baki terlihat hampir penuh
  • Taburkan bekatul ke bagian pinggir dan sedikit di atas sayurannya
  • Semprotkan juga 1 ml suplemen organik cair ke seluruh permukaan media ternaknya

Jika media ternak sudah siap, maka maggot sudah bisa kamu budidayakan dengan tahapan selanjutnya Yakni : proses ternak, penetasan telur, perawatan, hingga pemberian jenis pakan.