Contoh Penelitian Sederhana

5 Contoh Penelitian Sederhana untuk Karya Ilmiah Mahasiswa

Gourmetamigurumi.com Contoh Penelitian Sederhana. Menentukan topik penelitian menjadi salah satu tantangan yang sering di rasakan mahasiswa saat menyusun karya ilmiah. Banyak mahasiswa mengira bahwa membuat penelitian harus bersifat kompleks, menggunakan metode yang rumit, dan membutuhkan data yang sulit di peroleh.

Padahal, penelitian sederhana sangat cocok untuk melatih kemampuan berpikir ilmiah, analisis data, dan penulisan akademik. Terutama bagi mahasiswa yang baru pertama kali menyusun karya ilmiah.

Dengan memulai dari penelitian sederhana, mahasiswa dapat lebih fokus pada proses analisis, pengumpulan data, dan penulisan, sehingga menyusun karya ilmiah menjadi lebih mudah dan efektif.

Contoh Penelitian Sederhana untuk Karya Ilmiah Mahasiswa

Berikut ini adalah contoh penelitian sederhana untuk karya ilmiah mahasiswa yang dapat Anda ketahui, antara lain:

1. Pengaruh Waktu Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana durasi belajar berpengaruh terhadap prestasi akademik siswa. Mahasiswa dapat mengumpulkan data melalui kuesioner yang menanyakan berapa lama waktu belajar setiap hari, atau menggunakan catatan nilai dari teman sekelas.

Analisis data bisa dilakukan dengan metode deskriptif sederhana atau uji korelasi untuk melihat hubungan antara durasi belajar dan nilai yang di peroleh.

Penelitian ini sederhana karena hanya membutuhkan data dari kelompok kecil, namun tetap memberikan wawasan yang berguna tentang manajemen waktu belajar yang efektif. Hasil penelitian bisa menjadi rekomendasi praktis bagi siswa dan guru dalam menyusun jadwal belajar yang optimal.

2. Efektivitas Media Pembelajaran Visual pada Pemahaman Materi

Contoh penelitian ini meneliti bagaimana penggunaan media pembelajaran visual, seperti gambar, diagram, atau video, memengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Mahasiswa dapat membagi peserta menjadi dua kelompok, pertama menggunakan media visual dan kedua belajar secara konvensional. Pengumpulan data bisa melalui tes pemahaman sebelum dan sesudah pembelajaran, serta kuesioner tentang pengalaman belajar.

Analisis sederhana, seperti membandingkan nilai rata-rata kedua kelompok, sudah cukup untuk mengetahui efektivitas media visual. Penelitian ini cocok bagi mahasiswa yang ingin mengeksplorasi cara belajar kreatif dan memberikan insight praktis untuk proses belajar-mengajar.

3. Hubungan Kebiasaan Tidur Dengan Konsentrasi Belajar

Penelitian ini fokus pada pengaruh pola tidur terhadap konsentrasi saat belajar. Mahasiswa dapat mengumpulkan data melalui observasi diri sendiri atau teman, dengan mencatat lama tidur tiap malam dan tingkat konsentrasi saat belajar di hari berikutnya.

Data juga bisa di kumpulkan melalui skala konsentrasi subjektif, misalnya dengan menilai seberapa fokus peserta saat mengerjakan tugas. Analisis sederhana dapat dilakukan dengan membandingkan rata-rata tingkat konsentrasi antara peserta yang tidur cukup dan kurang tidur.

Penelitian ini mudah dilakukan, relevan dengan kehidupan mahasiswa, dan dapat membantu membangun kesadaran tentang pentingnya tidur yang cukup bagi performa belajar.

4. Pengaruh Musik Terhadap Produktivitas Belajar

Penelitian ini menguji apakah mendengarkan musik tertentu dapat meningkatkan produktivitas belajar. Mahasiswa bisa membagi peserta menjadi dua kelompok, pertama belajar sambil mendengarkan musik favorit atau instrumental, dan kedua belajar dalam kondisi hening.

Produktivitas dapat di ukur melalui jumlah soal yang berhasil di selesaikan, waktu yang di butuhkan untuk menyelesaikan tugas, atau kualitas tugas yang di buat. Analisis sederhana bisa menggunakan perbandingan rata-rata hasil kedua kelompok.

Penelitian ini tidak hanya mudah di terapkan, tetapi juga relevan bagi mahasiswa yang sering mencari strategi belajar yang efektif. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi referensi bagi mahasiswa yang ingin meningkatkan fokus tanpa harus mengandalkan metode belajar tradisional.

5. Hubungan Konsumsi Air Putih Dengan Tingkat Konsentrasi

Contoh penelitian sederhana lainnya adalah meneliti pengaruh minum air putih terhadap konsentrasi saat belajar. Mahasiswa dapat melakukan percobaan dengan mengukur konsentrasi peserta sebelum dan sesudah mengonsumsi air putih dalam jumlah tertentu, misalnya 200–300 ml.

Data dapat di kumpulkan melalui tes singkat atau skala konsentrasi subjektif, seperti menilai kemampuan fokus saat mengerjakan soal. Analisis sederhana bisa dilakukan dengan membandingkan skor konsentrasi sebelum dan sesudah minum air.

Penelitian ini mudah, cepat dilakukan, dan tetap memberikan data yang berguna untuk karya ilmiah. Selain itu, hasilnya bisa menjadi rekomendasi praktis bagi mahasiswa maupun pelajar untuk menjaga hidrasi demi konsentrasi belajar yang optimal.