Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal

Cara Mudah Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal

Gourmetamigurumi.com Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal. Ikan nila merupakan salah satu jenis ikan tawar yang banyak di budidaya dan di konsumsi oleh masyarakat Indonesia. Hal ini karena dagingnya tebal, rasanya enak dan harganya terjangkau. Tidak heran jika banyak di gunakan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai hidangan makanan yang lezat, mulai dari pepes, bakar, kuah dan goreng. Selain itu, proses budidaya ikan tersebut dapat di lakukan dengan sangat mudah dan hemat pengeluaran. Salah satunya menggunakan kolam terpal. Lalu,bagaimana cara budidaya ikan tawar tersebut dengan mudah? Yuk, simak penjelasannya dalam artikel di bawah ini.

Gambar by Petpintar.com

Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Terpal

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat di terapkan dalam budidaya ikan tersebut di kolam terpal, antara lain:

1. Persiapan Kolam

Pertama adalah mempersiapkan kolam. Dalam tahap ini, Anda harus memperhatikan syarat tempat yang di jadikan lokasi kolam. Mulai dari suhu 27-30 derajat celcius, dataran rendah >500 mdpl, dan kolam indukan di pelihara dengan kedalaman 100-140 cm (tidak perlu lahan yang luas). Setelah itu, lakukan pengeringan kolam terpal terlebih dahulu. Tujuannya untuk menyiapkan suhu dasar kolam. Poin pentingnya, Anda bisa melakukan hal tersebut selama kurang lebih 14 hari sebelum proses penebaran. Selanjutnya, berikan air sampai ketinggian 30 cm di hari ke 4 pengeringan atau 10 hari sebelum bibit ikan di tebar.

Gambar by Rumah.com

2. Perawatan Kolam

Langkah selanjutnya adalah melakukan perawatan kolam. Anda dapat memastikan terpal yang di gunakan tidak bocor atau sobek. Kemudian, lakukan pengecekan suhu kolam secara rutin. Dalam memelihara ikan tawar tersebut membutuhkan suhu terbaik, yakni 25 hingga 30 derajat celcius. Sementara itu, kedalaman kolamnya di antara rentang 100 sampai 120 cm dengan pH 7. Setelah proses panen, pastikan Anda selalu mengganti air yang ada di kolam dengan yang baru.

3. Proses Pra Tebar Benih

Proses ini di lakukan pada hari ke tujuh sebelum tebar benih. Kemudian, Anda bisa membeli obat suplemen organik khusus yang di buat untuk perikanan. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah plankton atau zooplankton di dalam kolam yang menjadi makanan alami dari bibit ikan nila.

4. Proses Pemilihan Indukan Unggulan

Keempat adalah proses pemilihan indukan unggulan yang dapat di lihatkan dengan beberapa ciri-ciri, mulai dari indukan betina berwarna abu-abu dan jantan berwarna lebih gelap dari betina. Kemudian, Nila betina unggulan di bagian perutnya terlihat lebih besar dengan tubuh yang lembek dan berbobot sekitar 100 gram lebih. Sementara itu, Nila jantan tidak memiliki cacat, bergerak lincah dan bobotnya bisa mencapai 120-180 gram.

Gambar by Rumah.com

5. Proses Pemijahan

Setelah melakukan pemilihan indukan terbaik, Anda dapat melakukan proses pemijahan untuk mendapatkan bibit ikan Nila yang lebih banyak. Hal ini bisa di mulai dengan menebarkan indukan jantan dan betina ke dalam kolam pijah. Poin pentingnya adalah perbandingan jumlah ikan jantan yang di masukkan ke dalam kolam 1:3 dengan komposisi lebih banyak nila betina.

6. Proses Pendederan

Apabila larva nila sudah berusia kurang lebih tujuh hari, maka bisa di pindahkan ke kolam pendederan pertama dan bisa di pelihara selama 3-4 minggu. Setelah ukurannya sekitar 3 cm maka dapat di pindahkan ke kolam pendederan baru dengan jumlah maksimal 30-50 ekor selama 1,5 bulan.

7. Pemberian Pakan dan Masa Panen

Untuk pemberian makan ikan kecil, yakni kulit air, plankton dan tepung halus. Sementara itu, berbeda dengan nila besar yang banyak sekali pilihannya. Mulai dari makanan ikan buatan dan alami dari kolam. Poin pentingnya, jangan memberikan terlalu banyak agar dasar kolam tidak kotor. Sedangkan, proses panen ikan tersebut biasanya setiap dua bulan dengan ukuran rata-rata 200 gram.

Gambar by Petpintar.com

Demikian penjelasan menarik di atas yang dapat di sampaikan tentang cara mudah budidaya ikan nila di kolam terpal. Selain itu, semoga setelah membaca pembahasan artikel ini, Anda dapat memahami dengan baik, menjadikan tambahan referensi, menambah pengetahuan dan juga wawasan. Kemudian kedepannya, dapat bermanfaat dan bisa menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.