Cara menanam cabai

Bagaimana cara menanam cabai yang bisa bikin kamu panen banyak? Ternyata, menanam cabai tidak sesulit yang kamu bayangkan. Kamu bisa melakukan cara simple ini untuk mulai menanam cabai sampai dengan proses panen terjadi. 

Lalu, apa saja langkah-langkah yang mesti kamu lakukan? Untuk mengetahui proses menanam cabai yang benar, kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut ini. Dengan begitu, kamu bisa panen cabai dalam skala melimpah. 

Memilih Bibit Cabai Berkualitas

Memilih bibit cabai

Sebelum kamu menanam cabai, hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah memilih bibit cabai lebih dulu. Saat memilih bibit cabai pun tidak boleh sembarangan. Kamu harus memastikan bahwa bibit cabai yang kamu tanam benar-benar berkualitas bagus. 

Lalu, bagaimana cara memilihnya? Sebenarnya memilih bibit cabai berkualitas bagus cukup mudah. Kamu bisa menentukan dari bibitnya yang masih segar. Untuk menemukan bibit cabai berkualitas tidak harus dengan membeli. Kamu bisa membuat bibit cabai sendiri. 

Caranya, potong bagian tengah cabai, lalu ambil biji-biji yang ada di dalamnya. Kumpulkan biji cabai ke dalam satu wadah. Jemur di bawah sinar matahari hingga biji capai mengering. Nah, kamu bisa digunakan cabai berkualitas baik yang dijual di pasar atau supermarket sebagai bibitnya. 

Menyemai Bibit Cabai

Menyemai bibit

Setelah bibit cabai kering, jangan lanjutkan ke tahap cara menanam cabai. Kamu harus menyemai benihnya di dalam polybag berukuran kecil. Polybag ini akan berfungsi sebagai media untuk penyemaian bibit cabai. 

Setelah itu, ambil tanah dan masukkan pupuk ke dalam polybag. Campurkan pupuk kompos dan tanah dengan perbandingan 3:1. Aduk campuran kedua bahan tersebut hingga rata. Lalu, letakkan bibit cabai ke dalam polybag tersebut dengan kedalaman sekitar 1 cm dari atas permukaan tanah. 

Cara Menanam Bibit Cabai

menanam bibit cabai

Setelah proses penyemaian selesai, biasanya bibit cabai akan bertumbuh menjadi kecambah. Jika bibit sudah berubah menjadi seperti ini, kamu bisa menaruh polybag di luar ruangan dan terkena sinar matahari. Tujuan penempatan polybag ini agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan sehat dan kokoh. 

Untuk menanam benih cabai yang telah berkecambah, tentu harus dipindah ke media yang lain. Artinya, polybag yang kamu pakai untuk menyemai harus ganti dengan polybag berukuran lebih besar. 

Siapkan media tanam yang baru. Komposisi media tanam terdiri dari tanah, pupuk kompos, dan sekam. Komposisinya harus memakai perbandingan 3:2:1. Perbandingan seperti itu sudah tepat kamu gunakan untuk menanam cabai. 

Pindahkan kecambah cabai ke dalam polybag atau pot yang baru. Siramlah tanah di dalam polybag agar tanahnya tidak padat dan mudah untuk penanaman bibit cabai. Lalu, taruhlah polybag di area luar ruangan agar terkena sinar matahari. 

Merawat Tanaman Cabai secara Rutin

Merawat tanaman cabai

Setelah proses pemindahan tanaman cabai selesai, kamu bisa melanjutkan proses perawatan cabai dengan melakukan penyiraman secara rutin. Periksa juga apakah ada tanaman lain yang mengganggu pertumbuhan cabai supaya pertumbuhannya tidak terhambat. 

Selama proses perawatan berlangsung, kamu bisa melakukan pengamatan dengan melihat pertumbuhan tanaman cabai. Lakukan juga penyiraman secara rutin dan berkala agar tanaman bisa bertumbuh dengan baik. 

3 Tips Memilih Asuransi yang Tepat dan Terbaik

Jadwal Panen Setelah Menanam Cabai

Jadwal panen

Setelah seluruh cara menanam cabai kamu lakukan, maka saatnya kamu menjadwal panen cabai. Waktu panen cabai bisa kamu lakukan mulai dari 2,5 bulan sampai 3 bulan sejak pertama kali penanaman berlangsung. 

Nah, pemanenan ini bisa kamu lakukan sebanyak 15 kali sampai 18 kali. Lalu, periode panennya bisa terjadi selama 6 bulan sejak pertama kali menyemai kecambah cabai. Jadi, selama periode itulah kamu bisa menuai cabai dalam jumlah banyak.