Cara membuat kulit dadar gulung

10 Cara Membuat Kulit Dadar Gulung Anti Sobek

Gourmetamigurumi.comCara membuat kulit dadar gulung. Dadar gulung merupakan salah satu jajanan tradisional asli Indonesia yang populer di masyarakat. Makanan yang memiliki ciri khas manis dan identik berwarna hijau ini biasanya di buat untuk berbagai acara resmi maupun santai. Mulai dari arisan, pengajian, rapat, kumpul keluarga dan lain sebagainya. Bahan-bahan dasar pembuatannya juga mudah di temukan, sehingga sangat cocok jika di praktikan sendiri di rumah. Selain itu, dadar gulung  di isi menggunakan parutan kelapa yang di campur dengan gula jawa. Untuk kulitnya di buat dengan bentuk telur dadar yang nantinya akan di gulung bersama isiannya.

Gambar by Jambi.tribunnews.com

Cara Membuat Kulit Dadar Gulung Anti Sobek

Dalam proses pembuatan kulit dadar gulung tentunya akan mengalami berbagai kendala. Tidak jarang hasilnya, yakni tekstur tidak sempurna, mudah sobek dan adonan lengket di wajan. Untuk itu, terdapat 10 cara yang dapat di lakukan dalam membuat kulit dadar gulung, antara lain:

1. Penggunaan Tepung Protein Sedang

Pertama adalah menggunakan tepung protein sedang. Hal ini karena terdapat berbagai jenis tepung terigu yang biasanya di gunakan dalam membuat kue. Nah, khusus dadar gulung dapat memilih tepung protein yang sedang supaya hasil dari kulit dadar gulung tidak mudah robek.

2. Penambahan Susu atau Santan

Kedua adalah menambahkan susu atau santan. Jika biasanya menggunakan air biasa dalam membuat kue, bahan yang satu ini dapat di gunakan untuk memberikan hasil yang bagus dari kulit telur gulung. Selain itu, juga agar rasanya lebih enak, gurih dan lembut.

3. Penambahan Minyak Sayur atau Mentega

Ketiga adalah menambahkan minyak sayur atau mentega yang sudah di lelehkan ke dalam adonan. Hal ini di lakukan agar kulit dadar gulung tidak lengket saat proses memasak.

4. Teksur Adonan

Keempat adalah kunci kematangan kulit yang sempurna. Nah, Anda harus konsisten dalam membuatnya dan menyesuaikan dengan takaran santan atau susu agar tidak terlalu kental maupun encer. Hal ini karena adonan yang kental akan mudah sobek saat proses melipat, sedangkan apabila encer membuat tidak merata saat proses memasak.

Gambar by idntimes.com

5. Mendiamkan Adonan

Kelima adalah mendiamkan adonan kurang lebih 15 menit setelah mencampurkan semua bahan. Hal ini bertujuan agar semua bisa tercampur dengan rata dan kulit dadar gulung yang di hasilkan nantinya akan bagus.

6. Memanaskan Wajan

Keenam adalah memanaskan wajah sebelum memasak telur gulung. Sebelumnya, Anda juga harus mengoleskan wajan menggunakan minyak atau mentega. Selain itu, usahakan menggunakan wajan anti lengket, ya. Setelah wajan panas, tuang adonan secara perlahan dengan melingkar dan merata. Jangan lupa kecilkan api supaya kulit tidak gosong.

7. Adonan Tidak Terlalu Tebal

Ketujuh adalah menghindari adonan yang terlalu tebal maupun tipis saat proses memasak. Hal ini di lakukan agar kulit dadar gulung tidak mudah pecah atau sobek saat nantinya di berikan isian.

8. Tingkat Kematangan Kulit Dadar

Kedelapan adalah memperhatikan tingkat kematangan dan tekstur kulit dadar saat proses memasak. Ciri-ciri kulit dadar yang matang dengan sempurna, yakni muncul pori-pori dengan tekstur yang kering, tetapi jangan sampai terlalu kering, ya. Karena nanti hasilnya akan menjadi crepes.

Gambar by idntimes.com

9. Melanjutkan Proses Pembuatan Sampai Habis

Kesembilan adalah melanjutkan proses pembuatan sampai adonan habis. Hal ini karena bahan dasarnya dari tepung beras dan mudah pecah. Jadi tidak boleh dalam keadaan dingin dalam proses memasak adonanya.

10. Pengetesan Hasil Adonan Saat Proses Memasak

Kesepuluh adalah mengetes hasil adonan saat proses memasak. Anda dapat melihat teksturnya, apabila bagian dasar kulit berwarna coklat maka adonan masih basah dan api kompor harus di kecilkan.

Demikian penjelasan menarik di atas yang dapat di sampaikan tentang 10 cara membuat kulit dadar gulun anti sobek. Semoga setelah membaca pembahasan artikel ini, Anda dapat memahami langkah-langkahnya dengan baik, menjadikan tambahan referensi, menambah pengetahuan dan juga wawasan. Serta kedepannya, dapat bermanfaat dan bisa menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari.