Kesenian ludruk

Mau mengenal kesenian ludruk lebih jauh? Sebelum membahas tentang hal , ada beberapa poin yang perlu kamu pelajari. Pertama adalah sejarah ludruk, dan yang ke-2 adalah aturan dasarnya. Oleh sebab itu, simak ulasan tentang kesenian daerah seperti berikut ini: 

Sejarah Kesenian Ludruk

Sejarah kesenian ludruk

Menurut catatan sejarah, ludruk memiliki arti badhut atau jemek. Beberapa orang juga mengartikan ludruk sebagai gluprut, jeblok, bakan ledhek lanang. Pada intinya, seluruh sebutan tersebut memiliki arti dan makna yang sama. 

Seni Ludruk termasuk ke dalam salah satu jenis seni drama yang berkembang di daerah Jawa Timur. Pada zaman dahulu, seni ini amat populer dan berkembang pesat di wilayah Jawa. 

Selain menjadi sebuah kesenian, Ludruk juga menjadi sebuah sarana hiburan yang menyenangkan. Meski saat ini Ludruk kian kurang peminatnya, namun kamu bisa mempelajari salah satu bentuk seni drama ini. 

Aturan dalam Kesenian Ludruk

Aturan kesenian ludruk

Jika kamu ingin mengenal kesenian ludruk lebih jauh, maka pelajari dulu mulai dari aturan-aturan dasarnya. Setelah kamu memahami asal-usul dan sejarah seni ludruk, alangkah baiknya bila kamu menambah wawasan kamu dengan mempelajari aturannya berikut ini:

1. Penggunaan Bahasa

Dalam seni ludruk, pemakaiannya bahasanya murni menggunakan bahasa Jawa. Saat pementasan berlangsung, para lakon yang bermain ludruk menggunakan bahasa Jawa untuk percakapan dan berdialog. 

Pemakaian Bahasa Jawa dalam seni ludruk adalah jenis Bahasa Jawa Suroboyoan. Artinya, Bahasa Jawa yang dipakai bukan krama alus seperti yang ada di Jawa Tengah. Bahasa Jawa Suroboyoan cenderung kasar dan pengucapannya menggunakan intonasi yang keras. 

Meski begitu, penggunaan Bahasa Jawa jenis ini bisa menyesuaikan dengan tempat pementasannya berlangsung. Maksudnya, pentas ludruk yang ada di Jember cenderung menggunakan bahasa Jawa kasar ketimbang pementasan yang ada di Jepara. 

2. Tari Remo Sebagai Pembuka

Ketika memasuki sesi pembukaan, ludruk akan menampilkan tari remo dari sepasang penari. Tarian Ngremo memang menggunakan gaya putra dan gaya putri untuk membuka pentas ludruk. Namun, khusus pagelaran ludruk yang ada di Malang biasanya akan menambahkan tarian Beskalan Putri. 

Tarian ini akan berlangsung selama beberapa menit karena fungsinya sebagai pembukaan pentas ludruk saja. Selanjutnya, kamu bisa menikmati pentas ludruk dan berperan sebagai penonton yang duduk di bangku penonton. 

3. Ada Sesi Dagelan

Apakah kamu masih ingin mengenal kesenian ludruk lebih jauh? Setelah pertunjukan tarian remo sebagai pembukaan ludruk selesai, biasanya akan lanjut ke sesi dagelan atau lawakan. Ada 2 sampai 5 orang lakon yang akan melakukan dagelan. Para lakon tersebut bisa memilih bermain peran sebagai lakon laki-laki atau lakon perempuan. 

Fakta Kesenian Wayang Kulit Asli Indonesia

Selama pertunjukan berlangsung, para lakon akan melakukan dialog humor sebagai bahan lawakan mereka. Kamu yang menonton pertunjukan ludruk ini akan tertawa terpingkal-pingkal oleh dialognya yang humoris namun tetap mengandung pesan moral. 

4. Pengisi Kidungan

Dalam seni ludruk juga ada pengisi kidungan yang menyanyikan tembang atau lagu Jawa. Biasanya dalam pementasan ini juga akan diiringi oleh musik yang berasal dari Gamelan Jawa. Perpaduan antara kidung dan gamelan Jawa akan menghasilkan sebuah mahakarya yang indah selama pementasan ludruk berlangsung. 

Para lakon yang menyanyikan kidung juga akan kan berdandan semenarik mungkin. Hal ini berlaku untuk seluruh lakon perempuan atau lakon laki-laki. Beberapa lakon laki-laki akan mendandani diri mereka dengan riasan perempuan untuk menarik perhatian penonton.