Unsur Hara Makro dan Mikro yang Dibutuhkan oleh Tanaman

Unsur Hara Makro dan Mikro. Seperti halnya manusia, tanaman juga tentunya membutuhkan nutrisi yang cukup agar bisa tumbuh dan berkembang dengan sempurna. Terlebih jika kamu ingin melakukan budidaya tanaman, maka sangat penting untuk mengetahui apa saja jenis nutrisi dan unsur hara yang di butuhkan. Lalu sebenarnya apa itu unsur hara? Di mana kelebihan dan kekurangan unsur hara pada tanaman akan berpengaruh pada proses pertumbuhannya.

Unsur hara sendiri adalah zat yang di butuhkan oleh suatu organisme untuk bisa tetap hidup, tumbuh, dan berkembang. Selain itu secara garis besar, ada 2 jenis unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman yakni mikro dan makro. Pada artikel kali ini akan di jelaskan mengenai perbedaan keduannya. Simak ulasan berikut hingga akhir !

Unsur Hara Makro

Merupakan unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang relatif cukup besar. Selain itu unsur hara makro juga terbagi menjadi beberapa daftar seperti :

1. Nitrogen (N)

Berperan untuk pembentukan sel tanaman, jaringan, hingga organ tanaman. Selain itu Nitrogen juga memiliki fungsi utama yakni sebagai bahan sintetis klorofil, protein, dan asam amino. Oleh karena itu tidak heran jika Nitrogen memang di butuhkan dalam jumlah yang cukup besar.

Meskipun di butuhkan dalam jumlah banyak, bukan berarti tidak ada pengaruhnya jika tanaman mendapatkan Nutrigen secara berlebihan. Adapun ciri-ciri tanaman yang kekurangan Nitrogen bisa di lihat dari daun bagian bawah yang menguning. Selain itu seiring berjalannya waktu, daun akan mudah kering dan rontok serta tulang di permukaan daun terlihat pucat. Sedangkan tanaman yang kelebihan Nitrogen akan terlihat dari daunnya yang berwarna terlalu hijau. Selain itu tanamannya cenderung rimbun serta proses pembuangan akan lebih lama.

2. Phosphor (P)

Merupakan komponen penyusun dari beberapa enzim, protein, ATP, RNA, dan DNA. Sebagai informasi tambahan, ATP tergolong penting untuk proses transfer energi. Sedangkan RNA dan DNA biasanya akan menentukan sifat genetik dari tanaman. Selain itu unsur Phosphor juga berperan pada pertumbuhan benih, akar, bunga, dan buah. Bersamaan dengan Kalium, Phosphor di gunakan untuk merangsang proses pembungaan.

Tanaman yang kekurangan phosphor terlihat dari daun tua yang berwarna ungu cenderung kelabu. Kemudian pada tepi daun menjadi cokelat dengan daun muda berwarna gelap. Fase pertumbuhan bagi tanaman yang kekurangan phosphor akan lebih lambat dan tanamannya menjadi kerdil. Sedangkan jika tanaman kelebihan phospor maka akan menyebabkan penyerakan unsur lain menjadi terganggu. Hanya saja cirinya tidak terlihat secara fisik.

3. Kalium (K)

Berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintesis, akumulasi, translokasi, transportasi karbohidrat, membukan menutupnya stomata, atau mengatur distribusi air dalam jaringan sel. Adapun tanaman yang kekurangan unsur Kalium akan menyebabkan daun seperti terbakar dan gugur. Selain itu unsur kalium berhubungan erat dengan kalsium dan magnesium.

4. Magnesium (Mg)

Merupakan aktivator yang berperan sebagai transportasi energi dari beberapa enzim yang ada ditanaman. Selain itu unsur Magnesium juga terbilang cukup dominan keberadaannya terutama di bagian daun untuk ketersediaan klorofil. Sehingga Magnesium cukup dibutuhkan untuk memperlancar proses fotosintesis. Tidak hanya itu saja, unsur yang satu ini juga termasuk dalam komponen inti dari pembentukan klorofil dan enzim di berbagai proses sintesis protein.

5. Kalsium (Ca)

Berperan penting untuk pertumbuhan sel. Selain itu Kalsium juga menguatkan serta mengatur daya tembus dan merawat dinding sel. Sehingga perannya memang penting terutama pada titik tumbuh akar. Bila terjadi defisiensi Ca, maka pembentukan dan pertumbuhan akar menjadi terganggu sehingga mengakibatkan penyerapan hara menjadi terhambat. Selain itu Kalsium atau Ca juga berguna dalam proses pembelahan dan perpanjangan sel bahkan hingga mengatur distribusi hasil fotosintesis.

Unsur Hara Mikro

Berbeda dengan makro, unsur hara mikro dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang sedikit. Meskipun begitu, peranannya juga terbilang cukup penting sebagai penunjang keberhasilan dari proses dalam tanaman. Sehingga jika tidak ada unsur hara mikro, maka bunga tidak akan tampil prima dan mudah lunglai. Beberapa contoh dari unsur hara mikro diantaranya adalah :

  1. Boron (B)
    Berkaitan dengan proses pembentukan, pembelahan dan diferensiasi, bahkan hingga pembagian tugas sel.
  2. Tembaga (Cu)
    Sebagai aktivator dan membawa beberapa enzim. Selain itu fungsi lainnya adalah untuk membantu kelancaran proses fotosintesis, pembentuk klorofil, bahkan hingga reproduksi.
  3. Zinc (Zn)
    Berperan dalam aktivator enzim, pembentukan klorofil, serta membantu proses fotosintesis.
  4. Besi (Fe)
    Berperan terutama dalam proses pembentukan protein. Selain itu besi juga digunakan sebagaii katalisator pebentukan klorofil sekaligus menjadi aktivator beberapa enzim.
  5. Molibdenum (Mo)
    Bertugas sebagai pembawa elektron untuk mengubah nitrat menjadi enzim.

Nah itulah beberapa jenis unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman. Semoga informasi ini bisa membantu kamu mengetahui tentang perkembangan dalam tanaman. Sekian !

Baca Juga :

***