Cara dan Bahan Membuat Preparat Basah

Cara dan Bahan Membuat Preparat Basah

Gourmetamigurumi.comCara membuat preparat basah bisa di lakukan dengan cara menggunakan objek biologi yang di buat secara langsung. Alias tidak ada proses pengawetan di dalamnya. Secara umum, preparat basah memang hanya bisa di gunakan dalam pengamatan sekali pakai saja. Di lansir dari situs kumparan.com, ada kutipan dari buku Explore Ilmu Pengetahuan Alam untuk SM/MTS Kelas VIII oleh Sadiman, dkk. Preparat termasuk ke dalam objek yang mana di amatinya memerlukan mikroskop. Nantinya, bisa di bedakan menjadi dua jenis, yakni basah dan kering. Berikut penjelasan yang bisa coba mimin beritahukan lewat artikel ini !

Cara Membuat Preparat Basah Sebagai Bahan Utama Percobaan

Preparat kering biasa di sebut juga dengan preparat awetan. Di mana jenisnya masuk ke dalam objek yang di celupkan pada nitrogen cair. Tepatnya di antara kaca objek dengan kaca penutup, lalu di rekatkan oleh lapisan lilin. Karena itulah, preparat kering selalu bisa di gunakan berkali-kali. Sementara jenis basah, termasuk ke dalam pembuatan secara langsung memakai objek hidup dan tak di awetkan. Sehingga, penggunaannya hanya bisa di lakukan satu kali saja. Mengutip buku IPA Terpadu VII B untuk SMA dan MTs oleh Agung Wijaya, dkk, dari laman situs kumparan.com. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa di pergunakan dalam membuat preparat basah dengan baik dan benar. Mulai dari : 

1. Mempersiapkan Alat dan Bahan yang Diperlukan

Pertama-tama, sebelum bisa membuat maka kamu perlu menyiapkan beberapa alat serta bahan yang akan di pergunakan kedepannya. Jika kamu ingin membuat hal tersebut sendiri, maka persiapkan beberapa alat dan bahan yang sekiranya penting. Mulai dari : silet, kaca objek, kaca penutup, kapas, maupun objek biologi yang nanti akan kamu amati. Perlu di catat ! Bahwasannya objek yang di gunakan untuk metode preparat basah ini haruslah hidup dan tak di awetkan. Misal semacam bagian tumbuhan layaknya : daun, batang, maupun akar.

2. Pembuatan Sayatan pada Preparat

Selanjutnya, jika seluruh alat serta bahan yang di sebutkan tadi sudah kamu persiapkan dengan matang. Kini, waktunya bagi kamu dalam membuat sayatan setipis mungkin memakai silet maupun cutter tajam. Saat pembuatan sayatan, kamu harus benar-benar memperhatikan arah sayatan yang akan di pergunakan. Ada baiknya sayatan ini di lakukan dari arah luar ke dalam. Maksudnya mulai dari arah luar menuju ke dalam tubuh, dengan posisi agak jauh dari tubuh dan sejajar dengan mata.

3. Cara Membuat Preparat Basah dengan Meletakkan dan Mulai Menetesi

Kini, kamu bisa meletakkan hasil sayatan persis di bagian tengah kaca objek. Di mana, kaca tersebut memiliki fungsi sebagai tempat peletakan benda yang nanti akan di amati. Pada tahapan ini, kamu bisa memperhatikan posisi maupun keadaan dari sayatan. Nah, sayatan objek yang sudah di buat harus dalam keadaan rata. Setelahnya, kamu bisa mulai menetesi sayatan preparat yang sudah di letakkan persis di atas kaca objek memakai air dari pipet. Noted : kamu tidak perlu meneteskan air terlalu banyak ya, sekiranya satu tetes saja sudah cukup. Maka dari itu, peganglah bagian pipet dengan baik dan benar.

Sisanya, kamu bisa menutup sayatan objek dengan memakai kaca penutup. Fungsinya sebagai penutup benda yang sudah di letakkan pada kaca objek. Caranya mudah, kamu hanya perlu menyiapkan kaca penutup pada posisi berdiri dan menahannya memakai pipet. Sedangkan satu lainnya, di gunakan untuk memegang kapas demi bisa menyerap kelebihan tetesan air yang menutup sayatan. Tentunya tujuan seperti ini agar nantinya tak terjadi gelembung air di preparat.